Rabu, 15 Februari 2012

Harta Karun Gunung Nganten

Penulis Zamroni Allief Billah | Rabu, 15 Februari 2012 | 18.18.00 | Location:Sedan, Indonesia



Harta Karun Gunung Nganten

Kardi terbelalak saat menyaksikan bongkahan emas di dalam belik di pereng selatan Gunung Nganten. Rasa takut meliputi hatinya sehingga dia tak berani menyentuh harta karun itu. Lelaki paroh baya itu akhirnya menyusul kawan lainnya yang sedang mencari kayu bakar di gunung yang masuk wilayah Desa Lemah Putih Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang.

Terengah dia berlari menyusuri jalan terjal pegunungan itu. Setengah terbata dia menyampaikan apa yang baru saja dilihatnya kepada tiga orang yang bersamanya di bukit itu. "Sebongkah emas besar, mencorong dalam belik. Sebenarnya aku tadi haus mencari sumber air. Ternyata ada belik, airnya bersih dan di dalamnya ada emas tersebut," kata Kardi kepada ketiga kawannya.

Tidak menunggu lama keempat pencari kayu bakar itu segra menuju belik yang dimaksud. Bayangan kekayaan sudah memenuhi hasrat mereka. Sehingga membuat keempat lelaki itu jungkir balik tak karuan. Bongkahan emas yang diceritakan Kardi sangat nyata bagi mereka. Kardi palinb depan sebagai penunjuk jalan. Karena dia yang menegtahui posisi belik tersebut.

Setengah jam menelisik jalanan yang tadi dilewati Kardi, namun belik emas tersebut tidak juga ketemu. hal itu tidak mematahkan semangat ke empat lelaki yang telah tergiur dengan indahnya bongkahan emas dan bayangan kekayaan jika mampu memboyong ke rumah. Seperti mencari seorang Puteri, mereka mulai perlahan membabati setiap semak yang di hadapan mereka. Tak terasa adzan magrib sudah tiba dan keempat lelaki itu masih di puncak Gunung Nganten.

Gunung Nganten diceritakan Ki Kesuma Narendra, adalah perwujudan dari dua orang mempelai yang terkena sabda wali. Sebelumnya gunung tersebut belum memiliki nama. Orang lebih mengenalnya sebagai Gunung Lemah Putih. Gunung tersebut termasuk salah satu gunung wingit di Rembang. Pantangannya hanya satu, mempelai yang hendak menuju calon pasangannya untuk melangsungkan upacara pernikahan tidak boleh melintasi gunung tersebut. Walak itu telah berlaku sejak ribuan tahun yang lalu.

Namun hal itu tidak berlaku bagi saudagar kaya di kawasan Lemah Putih. Dia tidak peduli dengan adanya mitos yang berlaku itu. Maka ketika dia memiliki calon pendamping dari desa sebelah yang mesti lintasi kawasan tersebut dia tidak peduli. Banyak orang sakti dia kumpulkan untuk menolak kutukan gunung tersebut. Akhirnya berangkatlah sang pengantin lelaki menuju rumah pengantin perempuan. Saat melintasi gunung tersebut sang saudagar beserta pengiring tiba-tiba menghilang entah kemana.

Pengantin perempuan galau menanti calon suaminya tidak juga datang. Hingga waktu yang ditetapkan, saat uba rampe semua telah siap tidak juga ada khabar. Akhirnya seorang utusan pergi ke Lemah Putih untuk memastikan apa yang telah terjadi pada mempelai laki-laki. Saat mendengar khabar bahwa calon suaminya telah pergi beserta rombongan namun tidak juga sampai di rumahnya, pengantin perempuan itu semakin gelisah.

Akhirnya diputuskan untuk menyusul. Pengantin perempuan beserta rombongan hendak pergi menyusul mempelai laki-laki. Larangan para orang tua agar tidak melanggar pantangan lintasi gunung wingit itu sudah tidak lagi dipedulikan. Naas, ketika sampai di gunung itu perempuan itu tubuhnya kaku. Hingga kini masih terlihat dari bawah sebongkah batu menyerupai bibir perempuan. Serta sebuah pohon menyerupai payung temanten. hal itu diyakini sebagai perwujudan perempuan itu serta payung kebesaran pengantin.

Sedang sang saudagar dikisahkan hilang beserta emas dan gawan yang hendak dibawanya. Diyakini bahwa emas itu kini menjadi harta karun yang dilindungi aura ghaib di wilayah pegunungan yang kini dikenal dengan sebutan Gunung Nganten. Hal itulah yang membuat keempat pencari kayu itu bersemangat untuk mencari emas yang tadi dilihat Kardi. Apes! keempat lelaki itu pulang dengan tangan kosong. Terlena emas ghaib yang dilihat Kardi, kayu bakar lupa dicari.

11 komentar:

nabil muhammad mengatakan...

mosok mas

nabil muhammad mengatakan...

mosk mas

Anonim mengatakan...

Katanya sabda wali...tp wali datang ke jawa baru berapa ratus tahun...kenapa di infokan sdh ribuan tahun????? Piye jal perasaanmu?

Kensy Agustin mengatakan...

Tapi gunung emang agak mistis temanq ada yang hilang di sana dan stelah 2 jam ketemunya malah di desa tetangga,pdahal jaraknya jauh banget dan nggak mungkin klo jalan kaki pa lagi malam hari gelap bnget lagi.

Kensy Agustin mengatakan...

Tapi gunung emang agak mistis temanq ada yang hilang di sana dan stelah 2 jam ketemunya malah di desa tetangga,pdahal jaraknya jauh banget dan nggak mungkin klo jalan kaki pa lagi malam hari gelap bnget lagi.

Kensy Agustin mengatakan...

Tapi gunung emang agak mistis temanq ada yang hilang di sana dan stelah 2 jam ketemunya malah di desa tetangga,pdahal jaraknya jauh banget dan nggak mungkin klo jalan kaki pa lagi malam hari gelap bnget lagi.

yusuf pratikno mengatakan...

Saya asli desa lemah putih.. Memang cerita ini udah di ceritakan di Desa saya sejak saya masih kecil..

yusuf pratikno mengatakan...

Kapan mbk kejadiane

Hafizh El Syuria mengatakan...

Betul tu, critanya emmg gtu .. walau pun saya orang jambi tpy saya mondok di desa kumbo sebelah nya desa lemah putih . Kata orang tua" sini emang gitu

Dimas Junaidy Junaidy mengatakan...

Blum tentu kebenarnya , mmng ada cerita seperti itu klo dlm pandanq bahwa harta karun yg nyata sekarang adalh berlapis2 batu ,n itu tk ternilai harganya karna marakny tambang batu banyak yg mensurfe untuk di tambang ,n aq sendiri pemilik tambang batu mulya n bersebelahn lokasi

Abdul Rosyid mengatakan...

Itu gunung depan Pondok ku

 

Permainan Tradisional


Permainan Lainnya »

Kembang Boreh


Kembang Lainnya»

Laesan


Laesan Lagi»
..

Misteri

Dolanan

Tradisi

Gurit

Kembang ~ Mayang

Puisi

Cer ~ Kak

Laesan

Gambar Misteri

Artikel Disarankan Teman